MATERI
KOMUNIKASI DATA
2.1
Pengertian Komunikasi Data
Komunikasi adalah proses pengiriman suatu informasi
yang kepada orang lain baik perorangan atau kelompok. Sedangkan yang dimaksud
dengan data adalah sekumpulan fakta yang di olah menjadi sebuah informasi.
Jadi, komunikasi data adalah proses pengiriman data / informasi dari dua /
lebih device (komputer, smartphone, handphone, dan lain – lain ) yang terhubung
dalam suatu jaringan. Dapat juga diartikan sebagai upaya untuk bertukar pesan
antara pengirim dan penerima informasi.
Gambar 2.1 diagram komunikasi data
2. 1.1
Sumber
Sumber
adalah pengirim informasi data yang akan di kirimkan ke penerima. Sumber bisa
berupa user. Dari sumber kemudian akan dip roses pada pemancar.
2. 1.2
Pemancar
Pemancar
merupakan suatu media yang dapat memancarkan suatu data atau informasi tersebut
ke media transmisi. Media pemancar tersebut sesuai dengan media pada system
transmisi. Jika media tranmisi tersebut berupa kabel maka system pemancarnya
adalah lan card atau NIC ( network interfaces card).
2. 1.3
Sistem transmisi
System
transmisi merupakan saluran tempat informasi tersebut disalurkan ketempat
tujuan. Media yang diperlukan dapat berupa : kabel ,udara, sinyal ,wireless,
dan lain – lain .
2. 1.4
Penerima
Penerima
merupakan tempat datangnya data yang akan diberikan ke tujuan. Komunikasi data
dapat juga berlangsung dua arah sehingga penerima dapat juga berlangsung dua
arah sehingga pemancar juga dapat berfungsi sebagai pemancar.
2.2
Metoda Komunikasi
Metode
komunikasi merupakan suatu cara dimana dapat terjadi suatu proses komunikasi
data dari pengirim kepenerima. metode komunikasi dibedakan menjadi tiga yaitu ;
2. 2.1
Simplex
Simplex yaitu komunikasi satu arah pengirim
hanya bisa mengirim pesan kepenerima dan tidak dapat menerima pesan dan penerima
hanya dapat menerima pesan dari pengirim dan tidak dapat mengirim pesan (Contoh
: Radio, Televisi, dan lain – lain )
2. 2.2
Half – Duplex
Half
duplex yaitu komunikasi dua arah yaitu pengirim
dan penerima masing – masing dapat mengirim dan menerima pesan tetapi secara bergantian
(Contoh :Walkie Talkie, Chatting, dan lain – lain)
2. 2.3
Full – Duplex
Full
duplex yaitu komunikasi dua arah seperti
Half – Duplex, tetapi penerima dan pengirim dapat mengirim dan menerima pesan secara
bersamaan dalam satu waktu (Contoh :Telepon, Video Call, dll)
2.3
Klasifikasi Komunikasi data
Data merupakan
kumpulan dari sederetan fakta dimana kemudian dapat dilakukan proses untuk mendapatkan informasi.
terdapat banyak bentuk data yang dapat kita ambil. berdasarkan
informasi yang dikirim dan diterima data dibedakan menjadi empat macam .
2. 3.1
Teks
Teks merupakan satu kesatuan yang
terdiri dari susunan huruh baik huruf besar maupun huruf kecil serta beberapa
simbol yang termasuk didalamnya. Teks tersimpan pada bits. sistem pengkodean yang biasa
dipergunakan dalam teks adalah: ASCII (American Standard Code for
Information Interchange) dan Unicode
2. 3.2
Gambar
Masih ingat kata pepatah “sebuah gambar
menjelaskan ribuan dari kata “. dalam komputer, gambar gambar dapat disimpan
secara digital.
Sebuah pixel
merupakan elemen terkecil dari gambar. secara sederhana dapat dijelaskan bahwa
sebuah gambar terdiri dari matrik elemen gambar atau pixel.
2. 3.3
Audio
Audio yaitu jenis komunikasi yang
hanya memungkinkan mengirim dan menerima informasi dalam bentuk suara (Contoh :
Radio, Voice Mail, dll)
2. 3.4
Video
Video yaitu jenis komunikasi yang
memungkinkan mengirim dan menerima informasi dalam bentuk gambar (Contoh : Big
Screen yang menampilkan iklan di kota – kota, dll)
2.4
Jenis – Jenis Komunikasi Data :
2.4.1
Terestrial, menggunakan media kabel dan nirkabel sebagai aksesnya.
2.4.2
Satelit, menggunakan satelit sebagai aksesnya
2.5
Standar
Komunikasi Data
Protocol merupakan aturan yang harus disepakati oleh dua atau lebih device agar dapat berkomunikasi (Contoh
: IEEE 802.11 standar yang digunakan untuk jaringan local menggunakan wireless. IEEE (Institute of Electrical
andElectronic Engineers) melakukan diskusi, riset dan pengembangan terhadap
perangkat jaringan yang kemudian menjadi standarisasi untuk digunakan sebagai
perangkat jaringan. Standar jaringan wireless :
Standard
IEEE 802.1
Sebagai
standarisasi interface lapisan atas HILI dan Data Link termasuk MAC
dan LLC.
Standard
IEEE 802.1Q
IEEE
802.1Q mendefinisikan arti dari sebuah Virtual LAN (VLAN) yang berkaitan dengan
Model Konseptual Tertentu yang mendukung bridging pada lapisan MAC dan ke
802.1D IEEEprotokol spanning tree. Protokol ini memungkinkan untuk
setiap VLAN untuk berkomunikasi dengan satu sama lain dengan menggunakan sebuah
switch dengan kemampuan lapisan-3, atau router
Standard
IEEE 802.2
Standard
ini menentukan operasi sublayer logical link control (LLC) dari layer data
pada model OSI. Sublayer LLC menyediakan interface antara sublayer MAC dan
layer network. Standard 802.2 digunakan pula pada spesifkasi Ethernet 802.3.
LLC menyediakan 3 pilihan layanan :
1.
layanan diagram tidak reliable
2. layanan diagram beracknowledgement
2. layanan diagram beracknowledgement
3.
layanan connection-oriented reliable
Standard
IEEE 802.3 ( ethernet)
standard
IEEE 802.3 adalah sebuah kumpulan standar IEEE yang mendefinisikan lapisan
fisik dan sublapisan media access control dari lapisan data-link dari
standar Ethernet berkabel. IEEE 802.3 mayoritas merupakan teknologi Local Area
Network (LAN), tapi beberapa di antaranya adalah teknologi Wide Area Network
(WAN). Stadard IEEE 802.3 ini ditujukan bagi LAN 1-persistent CSMA/cd, ketika
stasiun akan melakukan transmisi, stasiun mendengarkan kabel. Bila kabel dalam
keadaan sibuk, maka stasiun akan menunggu sampai kabel tersebut menjadi bebas,
bila kabel dalam keadaan bebas ,maka stasiun dengan segera akan melakukan
tranmisi. Jika dua stasiun atau lebih mengirimkan secara simultan pada sebuah
kabel yang sedang bebas, maka stasiun akan mengalami tabrakan. Semua stasiun
yang mengalami tabrakan itu akan menghentikan tranmisinya, menunggu waktu
random, dan mengulangi seluruh prosesnya lagi.
Kelebihan
IEEE 802.3
-
protokolnya sangat sederhana
-
stasiun dapat dipasang dalam keadaan sistem sedang berjalan tanpa harus mematikan,
sistem terlebih dahulu
-
standard ini menggunakan kabel pasif, dan tidak membutuhkan modem
- delay pada lalulintas yang tidak padat bisa dikatakan nol karena stasiun tidak perlu menunggu token , dan dapat secara langsung mengirimkan frame .
- delay pada lalulintas yang tidak padat bisa dikatakan nol karena stasiun tidak perlu menunggu token , dan dapat secara langsung mengirimkan frame .
Kekurangan
IEEE 802.3
-
sebuah stasiun harus mampu mendeteksi signal lemah yang berasal dari stasiun
lain , bahkan ketika dirinya sendiri sedang melakukan transaksi.
- semua rangkaian pendeteksi semua analog .
- semua rangkaian pendeteksi semua analog .
Standard
IEEE 802.4 ( token bus)
Standar
IEEE 802.4 menerangkan LAN yang disebut Token bus. Secara fisik token bus
merupakan kabel linier atau berbentuk diagram pohon tempat stasiun-stasiun
dihubungkan. Secara logika, stasiun-stasiun diorganisasi kedalam sebuah ring
dimaan masing-masing stasiun mengetahui alamat stasiun lainnya yang berada di
sebelah kiri dan kanannya. Bila ring logika diinisialisasi , maka stasiun yang
bernomor paling tinggi mempunyai kesempatan pertama untuk mengirim. Setelah
dilaksanakan, stasiun tersebut memberikan kesempatan berikutnya jika stasiun
tetangganya dengan cara mengrimkan frame kontrol khusus yang disebut token.
Token berpropagasi mengelilingi Ring logic tersebut , dimana hanya pemegang
token sajalah yang diijinkan untuk mentranmisikan frame. Karena pada suatu saat
hanya terdapat sebuah stasiun saja yang memegang token, maka tidak akan terjadi
tabrakan.
Kelebihan
IEE 802.4
-
Menggunakan peralatan telesi kabel yang memiliki realibilitas.
Kekurangan
IEE 802.4
-
las a broadband banyak menggunakan rekayasa analog dan melibatkan modem serta
amplifier pita lebar
-
protokolnya sangat rumit dan memiliki delay pada keadaan beban rendah yang
panjang
-
sangat tidak cocok untuk implementasi serat las dan hanya dipakai oleh pengguna
yang sedikit
Standard
IEEE 802.5
Jaringan
ring telah lama dan dipakai untuk LAN maupun WAN. Ring merupakan kumpulan link point
to point individual yang membentuk sebuah lingkaran. Link point to point
melibatkan teknologi yang sudah dikenal baik dan terbukti dilapangan dan dapat
dioperasikan pada twisted-pair, kabel koaksial, dan serat las . Rekayasa ring
juga las a seluruhnya digital. Jika IEEE 802.3 memiliki komponen analog penting
untuk deteksi tabrakan maka Ring juga memiliki akses saluran yang baik. Dengan
las an-alasan ini IBM memilih ring sebagai LAN-nya dan IEEE telah memasukkan standard
token ring sebagai 802.5.
Kelebihan
IEEE 802.5
- Rekayasanya cukup mudah dan dapat berbentuk sepenuhnya digital
- Ring-ring dapat dibentuk dengan menggunakan tranmisi dari mulai carrier yang sederhana sampai serat optik secara virtual
- Rekayasanya cukup mudah dan dapat berbentuk sepenuhnya digital
- Ring-ring dapat dibentuk dengan menggunakan tranmisi dari mulai carrier yang sederhana sampai serat optik secara virtual
Standard
IEEE 802.6
Tidak
satupun lan 802 yang kita pelajari cocok untuk digunakan dalam MAN masalahnya
panjang kabel dan unjuk kerja ketika ribuan stasiun dhubungkan menyebabkan
sistem ini terbatas pada daerah seluas kampus saja. Bagi jaringan yang dapat
mencakup seluruh pelosok kota, IEEE telah menentukan sebuah MAN yang disebut
DQDB (DIStributed Queque dual bus-bus ganda antrian terdistribusi),
sebagai standard 802.6. Tidak seperti protokol-protokol LAN 802 lain , 802.6
tidak rakus. Pada protokol-protokol lainnya bila sebuah stasiun mendapatkan
sebuah kesempatan untuk mengirim, maka stasiun tersebut akan segera melakukan
tranmisi. Pada protokol ini , stasiun-stasiun membuat antrian sear berurutan
dan menjadi dalam keadaan siap kirim dan mentranmisikan secara FIFO. Aturan
dasarnya adalah bahwa stasiun-stasiun berlaku sopan, artinya mereka menunggu
stasiun-stasiun aliran ke bawah. Antrian ini diperlukan untuk mencegah suatu
situasi dimana situasi yang dekat dengan Head-end secara langsung mengambil
seluruh sel-sel yang kosong pada saat sel-sel itu tiba dan langsung mengisinya,
yang menyebabkan stasiun aliran ke bawah akan kehabisan kesempatan.
Standard
IEEE 802.7
Broadband
LAN pada standard IEEE 802.7 adalah teknologi yang digunakan pada TV cable,
dimana kabel tersebut akan membawa beberapa sinyal sekaligus. Metode pembagian
sinyal pada beberapa frekuensi ini disebut frequensi division multiplexing (
FDM )
Standard
IEEE 802.8 Fiber Optic LAN & MAN (Standar FDDI)
IEEE
802.8 adalah jaringan serat optic yang juga didefinisikan pada standard IEEE
802.3 hingga IEEE 802.6 dengan memasukkan standard fiber distributed data
interface(FDDI) dan 10 base FL. 10 Base FL adalah Ethernet yang dapat
dijalankan pada kabel serat optik
Standard
IEEE 802.9
IEEE
802.9 mempunyai standard kecepatan sampai 10 Mbps saluran synchronous dengan 96
64-xBps (6 Mbps total Bandwith) dengan saluran yang dapat digunakan adalah
saluran data yang spesifik. total bandwith yang tetap yang digunakan 6 Mbps.
Standar ini dinamakan sebagai Isochronous Ethernet (IsoEnet), dan didesain
untuk mengatur pencampuran bursty dan time critical traffic.
Standard
IEEE 802.10
IEEE
802.10 merupakan standard yang menyediakan keamanan jalur data yang melewati
jalurf yang di sharing. Penerapan standard ini digunakan pada internet public
sebagai backbone untuk private interconnection antarlokasi. Bentuk dari
penerapan standard ini disebut virtual private networking (VPN)
Standard
IEEE 802.11
IEEE
802.11 adalah sebuah standart yang digunakan dalam jaringan Wireless / jaringan
Nirkabel dan di implementasikan di seluruh peralatan Wireless yang ada. 802.11
dikeluarkan oleh IEEE sebagai standard komunikasi untuk bertukar data di
udara / nirkabel. Untuk berkomunikasi di udara / wireless / tanpa kabel,
standart 802.11 menyatakan bahwa operasinya adalah Half Duplex, menggunakan
frequensi yang sama untuk mengirim dan menerima data dalam sebuah WLAN. Ada
beberapa jenis spesifikasi dari 802,11 yaitu 802.11b, 802.11g, 802.11a, dan
802.11n seperti yang tertera dibawah ini tentang Spesifikasi dari 802.11 :
IEEE 802.11a adalah sebuah teknologi jaringan nirkabel yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari standar IEEE 802.11 yang asli, namun bekerja pada bandwidth 5.8 GHz dengan kecepatan maksimum hingga 54 Mb/s. Metode transmisi yang digunakan adalah Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM), yang mengizinkan pentransmisian data secara paralel di dalam sub-frekuensi. Penggunaan OFDM memiliki keunggulan resistansi terhadap interferensi dengan gelombang lain, dan tentunya peningkatan throughput. Standar ini selesai diratifikasi pada tahun 1999.
IEEE 802.11b merupakan pengembangan dari standar IEEE 802.11 yang asli, yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan hingga 5.5 Mb/s atau 11 Mb/s tapi tetap menggunakan frekuensi 2.45 GHz. Dikenal juga dengan IEEE 802.11 HR. Pada prakteknya, kecepatan maksimum yang dapat diraih oleh standar IEEE 802.11b mencapai 5.9 Mb/s pada protokol TCP, dan 7.1 Mb/s pada protokol UDP. Metode transmisi yang digunakannya adalah DSSS.
IEEE 802.11g adalah sebuah standar jaringan nirkabel yang bekerja pada frekuensi 2,45 GHzOFDM. 802.11g yang dipublikasikan pada bulan Juni 2003 mampu mencapai kecepatan hingga 54 Mb/s pada pita frekuensi 2,45 GHz, sama seperti halnya IEEE 802.11 biasa dan IEEE 802.11b. Standar ini menggunakan modulasi sinyal OFDM, sehingga lebih resistan terhadap interferensi dari gelombang lainnya. dan menggunakan metode modulasi
IEEE 802.11a adalah sebuah teknologi jaringan nirkabel yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari standar IEEE 802.11 yang asli, namun bekerja pada bandwidth 5.8 GHz dengan kecepatan maksimum hingga 54 Mb/s. Metode transmisi yang digunakan adalah Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM), yang mengizinkan pentransmisian data secara paralel di dalam sub-frekuensi. Penggunaan OFDM memiliki keunggulan resistansi terhadap interferensi dengan gelombang lain, dan tentunya peningkatan throughput. Standar ini selesai diratifikasi pada tahun 1999.
IEEE 802.11b merupakan pengembangan dari standar IEEE 802.11 yang asli, yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan hingga 5.5 Mb/s atau 11 Mb/s tapi tetap menggunakan frekuensi 2.45 GHz. Dikenal juga dengan IEEE 802.11 HR. Pada prakteknya, kecepatan maksimum yang dapat diraih oleh standar IEEE 802.11b mencapai 5.9 Mb/s pada protokol TCP, dan 7.1 Mb/s pada protokol UDP. Metode transmisi yang digunakannya adalah DSSS.
IEEE 802.11g adalah sebuah standar jaringan nirkabel yang bekerja pada frekuensi 2,45 GHzOFDM. 802.11g yang dipublikasikan pada bulan Juni 2003 mampu mencapai kecepatan hingga 54 Mb/s pada pita frekuensi 2,45 GHz, sama seperti halnya IEEE 802.11 biasa dan IEEE 802.11b. Standar ini menggunakan modulasi sinyal OFDM, sehingga lebih resistan terhadap interferensi dari gelombang lainnya. dan menggunakan metode modulasi
IEEE
802.11n didasarkan pada standar 802,11 sebelumnya dengan menambahkan
multiple-input multiple-output (MIMO) dan 40 MHz ke lapisan saluran fisik
(PHY), dan frame agregasi ke MAC layer. MIMO adalah teknologi yang menggunakan
beberapa antena untuk menyelesaikan informasi lebih lanjut secara
koheren dari pada menggunakan satu antena. Dua manfaat penting MIMO adalah
menyediakan keragaman antenna dan spasial multiplexing untuk 802.11n.
Standard
IEEE 802.12
IEEE
802.12 merupakan standard yang mempunyai kesempatan 100 MB persekon sesuai
dengan proposal yang dipromosikan oleh AT&T, IBM, Hewlett-Packard yang
biasa disebut 100 Mg anylan. Jaringan ini menggunakan topologi dasar star
wiring dan sebuah metode akses yang mempunyai anggapan dasar bahwa sebuah alat
memberikan pada jaringan Hub ketika mereka membutuhkan pengiriman data. Alat
ini bisa mengirimkan data jika mendapat ijin dari Hub . Standar ini dipakai
untuk mendukung jaringan berkecepatan tinggi yang bisa dioperasikan dalam
gabungan ethernet dan lingkungan token ring dengan mendukung kedua buah
jenis frame.
Standard
IEEE 802.14
sebagai standarisasi masalah protocol CATV
Standard
IEEE 802.15
sebagai standard untuk Wireless PAN (Personal Area Network) dan
Bluetooth
Standard
IEEE 802.16
sebagai
standarisasi Broadband Wireless Access (standar untuk WiMAX) yang merupakan
standard terbaru untuk Wifi dengan kecepatan broadband yang di tingkatkan dan
memiliki kecepatan transfer data lebih unggul dibandingkan standard wifi
sebelumnya
2.6
Proses Layer OSI
Layer
osi adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan
International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977.
OSI mempunyai sebuah kepanjangan, yaitu : Open System Inter Connection yang
merupakan Kumpulan Layer - layer yang tidak saling
bergantungan namun saling berkaitan satu sama lainnya
, maksud dari pernyataan tersebut adalah masing - masing Layer sudah mempunyai
Tugas dan Tanggung Jawab masing - masing dan Saling mengisi satu sama lain, dan
sama halnya dengan sebuah kerjasama Kelompok. jika salah satu dari Layer
tersebut tidak digunakan berarti tidak akan Terbentuk jaringan. Berikut adalah
penjelasan tentang 7 layer osi.
2.6.1
Aplication Layer
Mengontrol
input pemakai dari terminal dan menjalankan program
aplikasi pemakai dalam host. Dilengkapi dengan pelayanan
jaringan seperti file transfer, emulasi terminal, penyimpanan
ke dalam file server.
Layer
applikasi adalah penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu
computer dan resource network .gateway adalah gerbang pada suatu kerja. Gateway
melakukan pekerjaan yang sama seperti sebuah router, tetapi berbeda antara
mereka. Router merupakan penghubung antara jaringan atau terminal sebelum
sampai ke tujuan .
2.6.2
Presentation Layer
Menerima
data dari lapisan aplikasi dan memformat data sehingga
ia dapat direpresentasikan ke pemakai atau host. Fungsi
yang dapat dijalankan adalah enkripsi data, pengubah kode, kompresi dan memformat layer
terminal.
2.6.3
Session Layer
Mengelola
dan mendukung dialog komunikasi antara dua lokasi
yang terpisah. Layer ini memulai,
memelihara dan menghentikan
tiap session yang berisi dari frame-frame yang mempunyai
aktivitas khusus. Atau
bisa disebut juga pengecekan data. Data yang tidak benar akan di hancukan atau
diberhentikan . contoh protocol : netbios. Netbeul, ADSP ,PAP.
2.6.4
Transport Layer
Bertanggung
jawab untuk memecah data dan menghasilkan alamat dan nomor urut pemakai ujung sehingga dapat berkomunikasi
dengan host dan meyakinkan bahwa semua paket data dapat diterima. Alamat sesuai
dengan tujuan awal dari pengirim. Menggunakan protocol : udp , tcp , da atau
SPX.
2.6.5
Network Layer
Membangun,
memelihara dan memutuskan sambungan komunikasi antara node transmisi dengan
penerima . memberikan alamat yang efekrif. Dan
menentukan paket apa yang akan di gunakan. Fungsi lain ,: membuat header untuk
paket”, membagi aliran data biner ke paket dasikrit , mendeteksi error,
memperbaiki error dengan mengirim ulang paket data tersebut.
2.6.6
Data Link Layer
Memformat
data menjadi record yang disebut frame,melakukan pendeteksian dan pengoreksian
kesalahan, menjalankan
control aliran data modem. Layer
data link berfungsi bertanggung jawab pada paket akhir dari data binary
.menggabungkan data yang terpisah sesui dengan nomor alamatnya. Termasuk juga
mac address berfungsi identitas dari alamat ip tersebut . disebut juga kode
identitas perangkat keras.seperti hal nya nomor identitas pada KTP.
2.6.7
Physical Layer
Secara
fisik menggerakan bit data antara modem dan mengaktifkan
dan mematikan sirkuit . jadi data perbit dapat di terima oleh user.
bertugas mentranslite data menjadi sinyal analog. Mendefinisikan media tranmisi jaringan , metode pensinyalan ,sinkronisasi bit, topologi jaringan
bertugas mentranslite data menjadi sinyal analog. Mendefinisikan media tranmisi jaringan , metode pensinyalan ,sinkronisasi bit, topologi jaringan
ConversionConversion EmoticonEmoticon